26 May 2009

Inginnya Seimbang


Pagi itu cerah,

siang itu panas,
sore itu tenang,
malam itu penyelesaian.
Iya, itulah suasana bumi sehari-hari. Tapi belum termasuk suasana-suasana yang tak terduga seperti hujan, badai, gempa, dan tsunami. Mereka itu pewarna bumi, kadang gelap kadang terang, kadang jahat, kadang (ka-dangu sanget) ya begitu laaah. Tergantung mereka datang dari dan di ruang dan waktu yang tepat atau tidak tepat.

(switch language to gaul, hahaha)
Nah kalau misalnya mau kuliah tapi tiba-tiba ada "suasana yang tak terduga" itu tadi gimana?Woaaaaah itu dikasi nama "hambatan" aja ya =(
"Siang itu panas" dan siang itu memang panas, tapi kalau tiba-tiba panasnya menyengat (pakai banget) oh nooooooooo, hadu du du duuuuuh, mau berangkat kuliah tu jadi serasa mau ke daerah pasir pantai tanpa pohon (ya iyalaaah mana ada pasir pantai ada pohonnya??? Pohonnya kan cuma ada di tepi sebelum pasir), mending kalau ada pohon kepala batok (eh) pohon kelapa.
(tambahan: ada teman yang pernah salah ngomong kata KEPALA BATOK, apa itu? parah)
Apalagi kalau naik motor tu -ih- -idiih- -awww- (alay) banget, sedihnya kalau kulit jadi gosong, wuuuzzzzzzz, apalagi bagian tangan.
Histeris ya, harus histeris aah...
Hauu hauu hauu, itulah yang namanya "hambatan".
Kalau mikir kuliah - engga - kuliah - engga - kuliah - engga, ya udah pastinya gua pilih kuliah, oke coy?! oke
Sebabnya apa? Karena biaya kuliah mahal, masa' bolos... hahaha engga banget tu buat gua. Seengga-engganya ada usaha buat hal yang positif gitu.

Beda lagi kalau "hambatannya" itu hujan. Waaah! Malah asik tuh, adeeem ^^vGua lebih suka adeeem daripada panas. Tapi memang dua-duanya sama-sama dibutuhin buat hidup.. hohoho
Kalau hujan malah tambah semangat tuh berangkat kuliahnya. Yaaa, butuh jas hujan sih sama harus lebih hati-hati di jalan aja, apalagi pakainya roda 2, jalan licin jadi rawan adegan tergelincir alias kepleset.

Tapi ngomong-ngomong itu diatas tulisannya gimana sih? hmmm anggep aja cara pemikiranku yang unik dah.
Mari tersenyum, silakan tertawa juga (menghibur diri)---

lanjut.

Aduuh tapi kalau hujan terus ya repot juga sih, gimana kalau lagi banyak urusan.
Oh hujan (lagunya utopia, hwehe) datanglah disaat yang tepat, jangan menunggu panas mendahului menyengat.
Oh panas, datanglah untuk mengeringkan jemuranku...
ooops!

0 komentar: