15 May 2009

Hai hi hu he ho!

Hai hi hu he ho!
5 vokal huruf cukup untuk mengawali blog yang super terlambat ini.
Atau “SELAMAT DATANG pada blog keroncongan ini” (selamat datang? Ah kurang pas, aku lebih suka “hai hi hu he ho”)
Asal –sapaan- sudah ada, itu rasanya sudah cukup.

Iya, blog ini super terlambat (+ banget).
Sebenarnya gua (gua atau aku?) kenal blog sejak SD, diperkenalkan oleh sesosok ibu pada acara promosi pembukaan jasa internet baru, 7 tahun silam.
“Oh udah punya e-mail ya dek. Bikin e-mail buat apa dek? Sini ibu kasi tau sesuatu”
(klutik klutik klutik)
“Nah, anak ibu di rumah, saya ajarin pake yang namanya blog ini dek. Biar anak ibu latihan nulis. Ibu ajarin dia nulis semacam diary dulu. Jadi, kejadian sehari-hari di share di sini. Selain buat latihan nulis, juga bermanfaat buat nglatih daya ingat. Tadi siang di sekolah ngapain, malamnya di share di blog, bagus banget buat nglatih daya ingat kan dek”
(oh no, ibuuu, saya itu lagi mau buka e-mail sama chatting, kapan-kapan deh saya coba ntuh blog sendiri)
Eeeh, si ibu itu malah nglanjutin…
“Anak saya sudah lumayan lama punya blog. (tiba-tiba taskbar-ku kedip-kedip) Eh itu ada yang chat tuh dek. Oh adek pakai MIRC juga ya? Udah bisa chatting berarti? Hebat ya. Tapi pesen ibu, hati-hati ya kalau chatting, banyak user yang lancang, kalau macem-macem langsung di close aja dek”
-------- risih, sampai aku ga bisa ketik password karena ibu itu di sampingku terus. Ga mau donk kalo passwordku dibaca ibu itu, secara passwordku cuma pendek gitu.
Rasanya cukup ya, kisah perkenalanku sama blog oleh ibu-ibu baik hati yang aku anggap cerewet itu.

Aku (sekali lagi, gua atau aku?) langsung lupa sama blog, padahal ibu cerewet itu mempresentasikan blog. Waktu itu belum punya naluri buat nulis sih, emang mau nulis apa. Daripada bikin blog tapi blank, ya kan? Hwehehe…
Lagian film Ada Apa Dengan Cinta –film yang membangkitkan jiwa sastra Indonesia di era milenium- juga baru muncul beberapa bulan kemudian, sedangkan aku udah lupa sama blog, hahaha. Kenapa film AADC? Karena film itu yang bikin banyak orang –khususnya teenager saat itu- punya naluri buat nulis, entah itu cuma puisi amburadul tapi filmnya benar-benar bikin orang ingat sama angkatan sastra Indonesia.
Puisi-puisiku masih ada loh, Cuma lupa disimpan di mana, yang jelas masih ada.
Intinya aku lupa blog, lupa blog, lupa blog.
Sampai akhirnya baru tertarik blog sekarang. Ya bukan tertarik sih, tapi lebih tepat karena tuntutan dosen, huhuhu…
Pak, ini paaak, saya udah bikin blog.

Karena udah bikin blog, maka harus berusaha tetep hidup blognya.
Ibarat punya kura-kura, harus dipelihara dengan baik pula.
(Tapi kura-kura amis baunya, aku ga begitu suka. Berarti aku ga begitu suka juga dengan………) –analogi macam mana tuh-
Oke, inilah sapaan manis (menurutku sih manis) dari aku, mohon maaf kalau ada salah, mohon maaf juga sama ibu yang cerewet, hihihi

0 komentar: