02 June 2009

DOSEN DOSEN BROADCASTING

Belum ada satu tahun kuliah di PTN satu-satunya di kotaku,
(eh sebentar sebentar, tiba-tiba "aku" bosen sama sapaan sendiri "gua", oke kembali pada "aku")
(dan silahkan menuliskan kritik nanti, maksudnya kritik tentang satu kalimat dalam kurung di atas kalimat ini, jika bersedia menuliskan, hehehe ribetnyaaa)
aku dan teman-teman sekelas udah ketemu sama 15 dosen.
Semester 1 ada 8 dosen dan semester 2 ada 7 dosen.
Bapak, Ibu, mas, mbak dosen tersebut kira-kira ga jauh beda sama dosen-dosen lainnya. Mereka kadang terlambat kasi kuliah, kadang kelamaan kasi kuliah, kadang lupa bawa bahan kuliah, kadang lupa bawa spidol, kadang kasi materi cuma buat mahasiswa yang duduk di depan, kadang juga ada yang pakai alat pengeras supaya mahasiswa yang duduk di belakang ikut konsen ke kuliahnya, kadang marah, kadang baik hati, kadang cuma kasi kuliah 20% dari waktu kuliah yang ada di jadwal, udah ahhh... Banyak banget kadang-kadangnya...
Menurut yang aku liat, dosen-dosen juga sebagian besar taat sama peraturan.
Misalnya selalu pakai busana yang formal dan rapi. Bahkan satu dosen di semester 1 malah selalu pakai blazer. Ya mentok-mentoknya dan sesantai-santainya mereka pakai hem sama celana jeans.
Secara garis besar dosen-dosenku udah sip lah. Tapi ga lepas dari kekurangan juga sih. Kalau menurutku, ini kekurangan mereka:
Seharusnya dosen yang habis ngisi kuliah tu langsung kasi kolom tanda tangan ke halaman belakang KRS mahasiswanya, itu seharusnya, tapi kenyatannya cuma segelintir dosen yang kasi tanda tangan langsung setelah kuliah. Ada dosen yang kasi tanda tangan sebelum UTS dan bahkan ada dosen yang sama sekali ga buang tinta ke kolom tanda tangan KRS mahasiswanya. Kebiasaan jarang atau bahkan ga kasi tanda tangan ke KRS juga kenyataannya udah jadi budaya di universitas sih. Sebelum ada yang komplain tentang hal ini juga ga masalah. Hampir semua mahasiswa juga mikirnya "selama masih dapat IP sewajarnya kenapa harus care sama hal kaya' gitu, ga penting ah" jadi yaaaaa begitulah, aku juga mikirnya gitu.
Seburuk-buruknya (tunggu, ga pantes banget kalau dibilang buruk, sebut saja kekurangan) mereka, seengga'nya mereka udah berusaha taat sama jadwal kuliah yang mereka pegang bahkan beberapa juga udah tulus bagi-bagi ilmu dan tulus pingin bikin pinter mahasiswanya.
Dosen juga manusia...
(eh itu bukan lirik lagunya si Candil loh ya)
Terima kasih Bapak, Ibu, mas, mbak dosen ^^v
(haduh kalau ada dosen yang baca gimana ya? hwahahahahahaaa silakan komen aja deh)
Tunggu cerita dosen selanjutnya---

0 komentar: