09 June 2009

Dosen Broadcast (part 2)

"Selamat sore semuanya"
"Selamat sore Pak" jawab mahasiswa seadanya...
Itulah sejimpit kalimat yang dikeluarkan oleh dosen dan mahasiswa setiap hari Senin pukul 15.20 - 17.00 di kelas broadcasting semester 1.
Drs. Yant Mujiyanto
Dosen yang berkantor di FKIP UNS sekaligus dosen broadcasting FISIP UNS (setauku sih begitu). Sepertinya tempat beliau di FISIP hanya sebagai pekerjaan berskala kecil aja, karena sebagian besar waktunya dihabiskan di FKIP dan sebagian besar cintanya ditumpahkan di FKIP (setauku lagi nih, ga tau aslinya gimana).
Pak Yant dengan mata kuliah Bahasa Indonesia selalu mengadakan kuliah secara rutin, jam kuliahnya jarang bolong. Rajin bener ya Pak! ^^v
Ga seperti dosen-dosen lainnya, dosen yang ini terlihat lebih "plus" dibanding dosen lainnya. Beliau selalu berpakaian rapi. Selalu hem lengan panjang, celana formal, dan sepatu PDH.
Pernah aku lagi ngumpul sama kakak-kakak tingkat broadcasting. Mereka tanya tentang dosen-dosen semester 1 sampai akhirnya menanyakan (dalam Bahasa Jawa)
"Lah dosenmu Bahasa Indonesia sopo Saf?" (dalam bahasa Indonesia= Dosen Bahasa Indonesia kamu siapa Saf?)
"Pak Yant mas" (Pak Yant mas)
"Pak Yant kui sing ndi to?" (Pak Yant itu yang mana sih?)
"Kui loh mas, sing nek kuliah mesti nganggo mike ben suarane tekan mburi kelas" (Itu lho mas, yang waktu kuliah pasti pakai mike supaya suaranya sampai belakang kelas)
"Oh kui to, sing nek teko ra koyo dosen kui to?" (Oh itu ya, yang kalau datang ga seperti dosen itu ya?)
"Maksud'e pie mas? Kok iso ra koyo dosen?" (Maksudnya gimana mas? Kok bisa ga seperti dosen?)
"Lah kan nek teko mesti nganggo topi, dadi ra koyo dosen" (Nah kan kalau datang pasti pakai topi, jadi ga seperti dosen)
"Ohhhhh ngono to, biasa wae ah mas" (Ohhhhh gitu ya, biasa aja ah mas)
Wow, jadi menurut mereka itu kira-kira begini, dosen kurang patut mengenakan topi di lingkungan kampus. Kira-kira begitu.
---(Itu sih pendapat salah satu kakak tingkat, maaf ya pak)---
---(Kalau saya malah ga perhatiin hal kaya gitu pak ^^v Sekali lagi maaf ya paaak)---
---(Dan menurut saya, Pak Yant malah dosen yang rapi dan taat)---
Lanjuuut...
Pak Yant satu-satunya dosen semester 1 yang ngedarin buku. Kalau dosen-dosen lain sih cuma kasi fotokopian, tapi Pak Yant ini satu-satunya yang ngedarin buku, walaupun bayar sih... (alias beli)
Ga sia-sia juga beli ntuh buku. Isinya berguna banget buat nyusun makalah, TA, bahkan thesis.
Dosenku ini punya satu kebiasaan, yaitu menghafal mahasiswanya secara tertentu yang memang ingin dia hafal. Soalnya ga tau juga sih beliau menghafal mahasiswanya berdasarkan apa. Contoh yang aku ingat adalah mahasiswa berinisial "RR" (sebut saja ian) dan aku sendiri. Beliau hafal banget sama ian dengan sebab (kalau ga salah) ian mirip putrinya. Sedangkan beliau menghafal aku dengan sebab nama tengahku sma dengan nama tengah putrinya.
Wow... Pak Yant ga pernah lupa sama ian dan aku setiap manggil daftar absen.
Hobi beliau yaitu menyisipkan kata-kata mutiara dalam setiap kalimat yang sedang dipaparkan. Ada kata-kata mutiara yang selalu aku dengar dari TK sampai kata-kata mutiara yang belum pernah aku dengar sama sekali. Karena penasaran dan tertarik dengan kata-kata mutiara beliau, pernah satu hari aku mencatat semua kata-kata mutiara yang diucapkan beliau, salah satunya
"Di atas langit masih ada langit, di balik bukit masih ada bukit"
Tapi pencatatanku cuma berlangsung sehari itu aja, hari-hari kuliah selanjutnya udah konsen ke materi... hmmmmm paling engga, ada sedikit pengetahuan.
Sayang oh sayang sekali, ada sebuah hambatan pada hari ujian semester mata kuliah Bahasa Indonesia. Hasilnya, nilai akhirku ga sesuai seperti apa yang tercermin saat hari-hari kuliah sebelumnya. Ya masa' sih mahasiswa -serajin- (wuuuooooh!) aku dapat nilai E??????????????????Tunggu aku di semester 3 ya Pak Yaaaaaant ^^v
I love you ---

Read more...

05 June 2009

Dosen Broadcast (part1)

Drs. H. Dwi Tiyanto
Bapak yang satu ini unik.
Semua serba unik.
Aku masih ingat, pertama kasi kuliah itu Pak dosen bawa beberapa bendel transparansi yang sepertinya bakal jadi materi mahasiswanya di kelas itu.
Kuliah dibuka dengan kalimat pembuka dan perkenalan pada umumnya. Setelah menambahkan beberapa joke pada perkenalannya, beliau berjalan ke kursi dosen untuk meraih tas kulitnya sembari melanjutkan joke-nya. Itulah, map ala beliau keluar dari tas serasa mapnya ingin bernafas keluar dari tas. Dari dalam map keluar lagi sesuatu yang tertata rapi. Beberapa bendel transparasi akhirnya keluar juga dari map dan segera menempati bidang OHP.
"Klik" suara tombol power OHP menyelip ke suasana kelas yang penghuninya belum begitu akrab satu sama lain. "Krik krik krik" suara pengatur cahaya sedang diputar masih diiringi joke ala beliau. -toweiiing!- Gambar apa itu?????????????????????????
Oh no! Bapak dosen ini apa-apaan sih???
Katanya dosen Pendidikan Pancasila, tapi kok tampilan materi pertamanya malah kaya' dosen deskomvis gitu -,-
Ternyata oh ternyata...
Pelan-pelan Bapak dosen memperkenalkan diri lagi, tapi yang ini perkenalannya pakai OHP. Dan gambar apa yang dilihat mahasiswanya dari hasil proyektor transparansi pertamanya?
Itu gambar beliau sendiri T.T
Versi animasi gitu T.T
Waaah kagum pak! Kreatif banget. Tapi itu bikin sendiri apa buah karya orang lain pak? Cara bikinnya juga gimana ya?
Yang jelas, aku yang waktu itu duduk di deretan kursi paling depan tu nahan ketawa karena animasinya asoi banget, hihihi
Wow... hebat Pak. Gambarnya Bapak patut dapet jempol dah.
Sesuatu yang lebih aku suka, bapak itu punya kemampuan jelasin ke mahasiswa dengan caranya sendiri, yaitu cara yang sedetail mungkin supaya mahasiswanya ngerti apa yang beliau jelaskan.
Mungkin, step by step lah... Tapi lebih dari itu, ini detail banget.
Ternyata (lagi) beliau adalah "perek 3" di universitas.
"pembantu rektor" maksudnya...
Wah ternyata beliau adalah orang yang punya jabatan di universitas. Saking sibuknya, beliau pernah bolos kuliah alias ga kasi kuliah ke kelasku, tapi ga sering-sering amat sih, cuma berapa kali...
Tapi seimbang juga, karena soal-soal ujian akhir semester dari beliau juga sesuai dengan materi yang pernah dikasi.
Asiiiiiiiiiiiiik, terima kasih nilainya pak ^^o
Sehat selalu ya pak...
i love you (loh!)

Read more...

02 June 2009

DOSEN DOSEN BROADCASTING

Belum ada satu tahun kuliah di PTN satu-satunya di kotaku,
(eh sebentar sebentar, tiba-tiba "aku" bosen sama sapaan sendiri "gua", oke kembali pada "aku")
(dan silahkan menuliskan kritik nanti, maksudnya kritik tentang satu kalimat dalam kurung di atas kalimat ini, jika bersedia menuliskan, hehehe ribetnyaaa)
aku dan teman-teman sekelas udah ketemu sama 15 dosen.
Semester 1 ada 8 dosen dan semester 2 ada 7 dosen.
Bapak, Ibu, mas, mbak dosen tersebut kira-kira ga jauh beda sama dosen-dosen lainnya. Mereka kadang terlambat kasi kuliah, kadang kelamaan kasi kuliah, kadang lupa bawa bahan kuliah, kadang lupa bawa spidol, kadang kasi materi cuma buat mahasiswa yang duduk di depan, kadang juga ada yang pakai alat pengeras supaya mahasiswa yang duduk di belakang ikut konsen ke kuliahnya, kadang marah, kadang baik hati, kadang cuma kasi kuliah 20% dari waktu kuliah yang ada di jadwal, udah ahhh... Banyak banget kadang-kadangnya...
Menurut yang aku liat, dosen-dosen juga sebagian besar taat sama peraturan.
Misalnya selalu pakai busana yang formal dan rapi. Bahkan satu dosen di semester 1 malah selalu pakai blazer. Ya mentok-mentoknya dan sesantai-santainya mereka pakai hem sama celana jeans.
Secara garis besar dosen-dosenku udah sip lah. Tapi ga lepas dari kekurangan juga sih. Kalau menurutku, ini kekurangan mereka:
Seharusnya dosen yang habis ngisi kuliah tu langsung kasi kolom tanda tangan ke halaman belakang KRS mahasiswanya, itu seharusnya, tapi kenyatannya cuma segelintir dosen yang kasi tanda tangan langsung setelah kuliah. Ada dosen yang kasi tanda tangan sebelum UTS dan bahkan ada dosen yang sama sekali ga buang tinta ke kolom tanda tangan KRS mahasiswanya. Kebiasaan jarang atau bahkan ga kasi tanda tangan ke KRS juga kenyataannya udah jadi budaya di universitas sih. Sebelum ada yang komplain tentang hal ini juga ga masalah. Hampir semua mahasiswa juga mikirnya "selama masih dapat IP sewajarnya kenapa harus care sama hal kaya' gitu, ga penting ah" jadi yaaaaa begitulah, aku juga mikirnya gitu.
Seburuk-buruknya (tunggu, ga pantes banget kalau dibilang buruk, sebut saja kekurangan) mereka, seengga'nya mereka udah berusaha taat sama jadwal kuliah yang mereka pegang bahkan beberapa juga udah tulus bagi-bagi ilmu dan tulus pingin bikin pinter mahasiswanya.
Dosen juga manusia...
(eh itu bukan lirik lagunya si Candil loh ya)
Terima kasih Bapak, Ibu, mas, mbak dosen ^^v
(haduh kalau ada dosen yang baca gimana ya? hwahahahahahaaa silakan komen aja deh)
Tunggu cerita dosen selanjutnya---

Read more...